Sabtu, 11 Juli 2020

Aga dan kalamullah




Aga 10 bulan

Hai, tulisan ini sebagian besar sudah dibuat di tahun 2017. Saya baru sadar masih tersimpan di draft 2020. Karena itu, tulisan ini baru saja di posting. Saya berikan opening ini dan penutup di akhir tulisan untuk membuat tulisan ini tetap bisa dibaca di 2020.

***

Saya percaya semua manusia yang dilahirkan ke dunia itu suci dan dekat dengan penciptanya. Saya buktikan sendiri hal itu pada anak saya: Aga. Ia selalu menoleh dan mencari sumber suara saat adzan berkumandang. Dia diam, takjub, hikmat, mendengarkan.

Sebagai umat muslim tentu saya takjub. Ia nampak begitu familiar dengan panggilan Allah. Ruh nya yang masih suci seakan terpanggil untuk mendekat. Mungkin juga sayup-sayup ia teringat, adzan lah kalimat yang pertama Ia dengar saat terlahir ke dunia. Adzan yang dikumandangkan Akung waktu itu. 

Rupanya tidak hanya adzan yang mampu membuatnya diam, hikmat dan mendengarkan. Ayat-ayat Al Quran juga mampu menarik perhatian Aga saat bayi. Bahkan ayat-ayat Al Quran mampu menenangkannya saat rewel dan saat berontak menyusu. MasyaAllah...sungguh tidak ada yang bisa menutup-nutupi kebesaran-Nya. :)

Mimpi Kami

Seperangkat alat sholat dan Al Quran menjadi awal mimpi saya dan suami di hadapan penghulu. Allah maha mengetahui niat dibalik semua kejadian. Bukan tamak akan kemampuan diri dalam mempelajari Ilmu Al Quran, kami hanya ingin membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah dengan berlandaskan Al Quran. Saya tidak pernah bermaksud memberatkan pertanggungjawaban suami saya kelak di akhirat, niat kami murni menjadikan Al Quran pedoman di keluarga kami. Hingga saat memiliki anak nantinya kami ingin memberikan pelajaran sebaik-baiknya tentang Al Quran.

Saya dan suami memang bukan seorang hafidz atau hafidzah. Bacaan saya pun mungkin masih jauh dari sempurna. Untuk istiqomah membaca Al Quran saja rasanya saya bukan teladan yang patut. Saya merasa masih menjadi ibu yang banyak sekali kekurangan dalam ilmu Al Quran. Hingga saya pun agak malu meski hanya untuk bermimpi memiliki anak yang hafidz hafidzah. Anak yang senang belajar, membaca, dan menghafalkan Al Quran. :)

Saya pernah mendengar orangtua yang membagikan tips menjadikan anak-anaknya hafidz hafidzah. Dia tidak putus membaca Al Quran setiap hari satu juz selama hamil. Hingga khatam paling tidak 9 kali selama hamil. Ah makin menciut lah saya. Apalah saya yang sewaktu hamil hanya memilih-milih Ayat-Mu untuk kesenangan hamba semata. Saya memilih membaca surat Yusuf hanya karena ingin anak yang ganteng, pun dengan pilihan surat maryam jika anak yang terlahir perempuan. Ah satu surat itu saja tidak mampu saya tuntaskan setiap hari.

Saya agak menyesal kalau ingat kemana waktu saya habiskan saat itu, hingga sebegitu sempitnya waktu untuk membaca kalimat-kalimat-Nya. Padahal ternyata Allah berikan saya nikmat 2x lipat. Allah kabulkan memiliki anak laki-laki yang sehat dan tampan. Namun, baik secara fisik saja tidak lantas membawa anak saya bahagia di dunia dan akhirat. Saya sadar hanya akhlak yang baik dan kecintaan pada Al Quran yang bisa. 

Mengenalkannya pada Ayat-ayat Allah

Saya mulai niat baik mengenalkan Aga ayat-ayat Al Quran dengan langkah kecil. Saya membacakan surat-surat pendek yang saya bisa sebelum tidur. Surat-surat pendek yang benar-benar saya kuasai. Terbatas yang saya kuasai. An-nass, Al Falaq, Al Kafirun, Al ikhlas, Al Qadr, Ad Dhuha, Ayat Kursi, (dikit ya :D) hingga akhirnya saya tutup dengan doa sebelum tidur. Kadang juga ditambahkan oleh suami dengan hafalan surat yang lebih banyak dari saya.

Niat saya membacakannya surat-surat pendek itu murni hanya untuk menenangkannya sebelum tidur. Sama sekali tidak ada harapan dia akan hapal. Saya mulai sejak Aga masih bayi sampai suatu ketika dia mulai bisa berbicara. Di usia 2,5 waktu itu kosakatanya belum banyak. Dia sudah mulai mengikuti saya membaca surat pendek. Dia sudah mulai hapal dua tiga huruf di bagian akhir surat-surat itu. Sampai akhirnya dia bisa bicara lumayan banyak namun justru menolak saya bacakan surat-surat itu lagi tapi merasa senang saat Ayahnya bacakan AL insyirah dan Al Fill. Sampai akhirnya dia bosan dan menolak lagi dibacakan surat-surat itu dan Ayah membacakan surat Al Qoriah. 

Hingga suatu ketika saat bermain Aga menggumam potongan surat Al Qoriah. Sekali , dua kali begitu sampai pada saat yang tepat saya perhatikan dia sudah menghafalnya. MasyaAllah. Usianya baru 2,5tahun kala itu.
.
Berawal dari Al Qoriah ini saya mulai mengecek surat pendek lainnya yang tiap kali saya bacakan sebelum tidur. MasyaAllah..alhamdulillah dia sudah hafal. Saya pun melanjutkan dengan surat yang lain. Kebetulan saya membelikannya boneka hafidz doll. Boneka ini bisa mengaji dan bisa memutar surat yang sama selama 30menit. Setiap hari, sewaktu dia bermain sambil saya nyalakan murotal sebuah surat. Satu surat saja sampai waktu yang pas saat dia mau untuk murojaah. Saat saya bisa mengecek hafalannya. Jika dia sudah hafal, saya ganti murotal surat yang lain. Begitulah metode yang saya lakukan. 
.
Berbekal kemampuannya inilah, saya memilih sekolah berbasis hafalan Al Quran untuknya. Alhamdulillah banyak terbantu sekali disini. Ustazah yang sabar dan telaten banyak membetulkan makhroj yang masih belum tepat. Kebiasaan di sekolah juga membuatnya hafal banyak surat lebih cepat.
.
Istiqomah Kunci Penting

Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka diapakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkannya di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran." (HR Al-Hakim)
.
Sebelum ini saya berpikir, enak ya orangtua ga ikut ngapalin tapi ikut dikenakan jubah kemuliaan jika memiliki anak yang hafal Al Quran. Setelah menjalani peran menjadi orangtua yang membimbing anak untuk mempelajari dan menghapal Al Quran, saya baru sadar yang memegang kunci itu adalah orangtua. Bukan guru atau sekolah. Ya karena dari rumah lah, dari orangtualah yang membangun rasa cinta pada Al Quran, yang membangun kebiasaan untuk dekat dengan Al Quran.
.
Suatu waktu saat Aga duduk di TK B saya agak terhenyak ketika Aga lupa beberapa surat di juz 30 yang dulu sudah dia hapal. Kondisi saya waktu itu baru saja melahirkan anak kedua dan tidak bs memantau banyak murojaahnya. Padahal di TK A juz 30 hampir selesai dia hapalkan.  Sedih tapi kemudian introspeksi diri. Fokus pada kehamilan dan terlena pada banyak aktivitas lain membuat saya sadar makin jarang memperdengarkan murotal ke Aga.
.
Saya kemudian mulai memperbaiki diri, mencari celah dimana saya bisa mulai rutin memperdengarkan lagi murotal untuk Aga. Sadar diri murojaah sambil membuka Al Quran makin sulit saya lakukan dengan hadirnya bayi, maka saya memilih beberapa menit sebelum tidur untuk memperdengarkan murotal juz 30. Saya mulai dari surat An Naba hingga selesai. Saya pilihkan video dari youtube versi suara anak-anak. Alhamdulillah sedikit usaha ini membuahkan hasil. Aga dengan mudah merecall kembali ingatan juz 30 nya. 
.



Di akhirussanah sekolah Aga, Ia berhasil mendapatkan best tahfidz, mampu menghafal juz 30, dan beberapa surat di juz 29. Alhamdulillah wa syukurilah. Itu semua semata-mata kemudahan yang diberikan Allah SWT. Kami sadar PR kami sebagai orangtua masih banyak. Tidak hanya sekedar membantu menjaga hafalan Aga, tapi juga menanamkan kecintaannya kepada Al Quran, menanamkan kebiasaan baik untuk selalu dekat dengan Al Quran. PR itu tentu saja bukan tentang menjaga Aga saja, tapi juga tentang bagaimana kami memperbaiki diri kami sendiri, memberikan contoh terbaik baginya untuk mencintai Al Quran. 

Jumat, 10 Juli 2020

I'm Back




Well hellooww again
Long time no see
Yes long looong time saya tidak menulis.
Sebelumnya berharap blog kembali aktif dengan repost tugas-tugas di Institut Ibu Profesional, tapi ternyata mandeg di tugas ketiga. padahal matrikulasi tugasnya kalo g salah ada 9. Sudah lanjut kelas bunda sayang pula. Yang pada akhirnya lebih mudah saya setor di Instagram. Baikah tak apa, mari berdamai dengan keterbatasan diri ini. Kita fokuskan blog untuk tulisan tertentu saja. Bismillah kali ini niat mau menghidupkan blog lagi. Bersama lingkungan teman-teman yang saling support untuk menghidupkan blog, semoga istiqomah
.
Sebelum ini sebenarnya saya berpikir untuk mengganti nama blog karena anak sudah bertambah satu dan rasanya sudah ga relevan lagi nama itu. Cuma saya pikir kok jadi ga earchatcing juga ya kalo saya tambahkan nama anak kedua saya karena nama blognya jadi makin panjaaang. Ah friends...any suggest?
.
Sementara ini saya akan jalan dengan nama lama saja dan fokus untuk menulis. Semoga anak kedua saya paham dan ga iri ya. Hehehe...belum ngeh juga sih dia. Toh anak kedua jg adik dari anak pertama yang jadi nama blog ini kan. Jadiiii anggap saja masih relevan lah ya. Wkwkwkw maksa. Baiklah sekian opening penyemangat ini. Mari menulisssss 

Rabu, 22 Maret 2017

Aga Sukses Pipis di Kamar Mandi

Well, blog ini sangat telat sepertinya. Tapi yaaa better late than never. Saya merasa punya utang untuk nulis ini karena sebelumnya saya curhat cukup panjang di path dan facebook waktu itu tentang kelelahan saya melatihnya pipis di kamar mandi. Yaaa..masa jelek2nya anak, kurang2nya anak aja yang diekspos. Kelebihannya juga harus dong ditorehkan di blog ini. Hihi. :)

Aga sukses pipis di kamar mandi di usia 3,5 tahun kemarin. Kurang lebih sebulan setelah masuk sekolah. Cukup meleset dari target saya di usia sekolah dia sudah bisa pipis di kamar mandi, cuma ya melesetnya ga jauh-jauh amat lah ya. Alhamdulillah. Baiklah saya mulai kisah toilet training Aga.

Toilet Training 1
Sebenarnya saya sudah memulai toliet training Aga ini cukup awal ya. Sebelum dia usia 2tahun, sekitar 18bulan lah saya mulai. Kenapa saya mulai di umur segitu karena ada yang bilang makin cepat diajari makin cepat bisa. Ada buktinya juga anak tetangga yang nggak pake pempes sama sekali sudah bisa pipis sendiri di usia 9bulan. Hebat ya. Makanya saya coba Aga di usia 18bulan. Harapannya He can do it too.

Waktu itu saya mulai dengan cara melepas clodinya saat pagi (bangun tidur) sampai siang (sebelum jam tidur siang). Cukup singkat sih. Yaaahh pemanasan juga lah buat ibunya. Pemanasan untuk sering ngepel tepatnya. Ehehee. Saya coba bawa Aga ke kamar mandi untuk pipis 30menit sekali. Tapi ya pasti belum bisa pipis juga sih di kamar mandi. Samaaa sekali nggak pipis. Pas dibawa keluar dari kamar mandi malah pipis. Hifftt. Dan dalam 30 menit bisa 2x pipis. Jadi saat di awal-awal Aga saya bawa ke kamar mandi tiap 15menit sekali. Lama kelamaan berkurang jadi 30menit sekali, lalu 45 menit sekali. Tapi yaaa lebih sering kecolongannya juga sih. Bisa 20menitan jg. Suka-suka Aga lah pokoknya. Dan Aga belum bisa juga keluar pipisnya saat dibawa ke kamar mandi. Hixx. Jadi mungkin hampir tiap 5menit saya waspada.

Dalam sehari hampir 2-3x saya ngepel. Bisa diduga dong, saya lelahhh makkk :(. Apa kabar yang tadinya ngepel mungkin cuma seminggu sekali jadi tiap hari 2-3kali. Karena kelelahan itu lah usaha saya nggak ajeg. Saya lebih konsen menghilangkan najis yang ada di rumah daripada memberi sounding ke Aga. Yang katanya disuruh sounding sesaat sesudah dia tidur pun jadi makin jarang saya lakukan. Bicara ke Aga pun, entahlah dia paham atau tidak mengingat bicaranya di umur 18bulan baru bisa abu untuk ibu, dan mam untuk makan. Masih minim sekali lah kosakatanya.

Akhirnya, semangat saya yang menggebu pada awalnya itu harus kendor karena kelelahan. Hingga kemudian lebaran datang. Saya mudik cukup lama ke rumah orang tua saya. Laaalu saya dan Aga pun terrrlena lagi dengan clodi, eh bahkan pempes yang tinggal plung. Oh My God!

Toilet Training ke 2
Setelah kembali dari mudik, bisa diduga saya mulai lagi dari awal. Hix. Tiap 15menit Aga pipis. Tiap itu pula saya ngepel. Awalny sekali ngompol saya pel semuanya. Tapi lama kelamaan nemu ritmenya. Jadi saya pel yang kena pipis aja. cukup menghilangkan noda pipis, kasih cairan pel sedikit dan selesai. Bagian rumah yang lain ga di pel. Hanya pas sesi toilet training selesai, Aga saya pakaikan clodi/pampers, baru saya pel ulang seemuanya.

Meski udah nemu ritmenya, tetap saja sih saya lelah. Saya sungguh nggak yakin Aga paham pipis yang saya maksudkan. Dia tetap nggak pernah pipis di kamar mandi. Masih pipis diiimana saja :( Ritmenya pun suka-suka dia. Kadang 45 menit, 20 menit, 15 menit dsb. Hingga akhirnya kami liburan akhir tahun ke rumah orang tua kami. Laaagi lagi saya terlena. Terlena oleh clodi dan popok sekali pakai. Oh My God.

Toilet Training ke 3
Sekembalinya dari mudik libur akhir tahun yang yaaa lumayan panjang itu (kurleb sebulanan) yaaa saya mulai lagi dong ya toilet trainingnya. Sampai kemudian kami memutuskan untuk merenovasi rumah yang kami beli tepat di belakang rumah yang kami sewa. Saya jadi lebih sibuk"ngopeni" tukang. Bikinin kopi kue dsb. Toilet training jadi nomer 2. Pikir saya nanti deh sekalian pindah rumah sekalian di sapih dulu. Setelah itu baru lanjut toilet training. Harapan saya pipisnya jadi lebih bisa terkontrol karena asupan cairannya tidak sesuka-suka dia seperti saat masih asi.

Toilet Training ke 4
Laluuu pindah rumah baru, sukses menyapih dan mulai lah saya toilet training yang ke...mm...4 ya. Saya lebih niat lagi. Saya coba cara baru mengenalkannya pipis dengan memberi contoh dulu. Alhamdulillah sukses. Dia tahu yang saya maksudkan dengan pipis. Beberapa kali pernah pipis di kamar mandi, tapi yaaa lebih banyak kecolongannya sih. Hix. Hingga permasalahan pun kembali lagi. Lelah dan mudik lebaran lagi. Toilet training pun ikut cuti. Kembali ke pempes dan clodi maning. Yah paling tidak meski tetap memakai pempes atau clodi di sana, saya masih berusaha mengajaknya ke kamar mandi tiap dua jam sekali. Alhamdulillah agak berjalan dengan baik. Meski yaa banyak kecolongannya juga sih dia tetap pipis di popoknya.

Toilet Training ke 5
Pulang mudik lebaran dicoba lagiiiii, lalu libur akhir tahun, berhenti lagi, dan saya stress. Saya coba kasih tontonan bahwa tidak boleh pipis di sembarang tempat, harus di kamar mandi. Eh dia malah ga mau ke kamar mandi. Malah intesitas pipisnya makin sering. Ahhh lelah lah saya. Saya sungguh iri sama anak tetangga yang sebenarnya mulai toilet training nya duluan Aga tapi yang duluan berhasil diaaa. Saya tanya gimana caranya, mamanya jawab ga tau mungkin karena ganti pengasuh baru. AAAA...rasanya saya pengen menghire nanny yang bisa bikin sulapan sim salabim prok prok kamu ga ngompol lagi. Huhuhuhuhu.

Toilet Training ke 6
Setelah libur ahir tahun sampai di libur lebaran lagi Aga belum berhasil toilet training. Tapi lumayan saya sudah berani melepas popoknya saat tidur. Karena sebenarnya Aga ini nggak pernah pipis saat tidur. Popoknya selalu kering saat tidur. Dia biasanya akan pipis sesaat setelah bangun tidur. Jadi saat dia baru melek. Langsung saya angkat, saya ajak ke kamar mandi. Lumayan, berhasil. Tapi tidak saat siang, saat dia main. Lap pel masih jadi teman baik saya. Kewaspadaan saya pun harus ekstra. Apalagi saat main ke rumah tetangga. Saya harus bilang berulang kali ke Aga untuk bilang dulu sebelum pipis. Ah tapi apa daya, namanya juga belum berhasil ya. Aga sempet beberapa kali ngompol di rumah tetangga. Hix.

Masuk Sekolah dengan Pempes
Akhirnya saat Aga masuk sekolah dia belum lulus toilet training juga. Hix. Disitu saya merasa hancur lebur gagal sebagai ibu. Yang akhirnya meluapkan kesedihan saya di medsos. Apalah saya ya. Hanya wanita biasa yang tergoda juga curhat di medsos. Huhu..
Ah tapi memang saya kadang terlalu lebay sebagai seorang Ibu. Sebenarnya beberapa teman Aga ada juga yang belum lulus toilet training. Tapi banyak juga yang umurnya lebih kecil dari Aga sudah bisa pipis di kamar mandi. Hix. Irrii...

Akhirnya Berhasilllll
Setelah Aga sekolah agak mudah menjelaskan padanya bahwa pipis harus bilang, dan harus di kamar mandi. Kebetulan waktu saya masih menunggui Aga di kelas ada temannya yang pipis di kamar mandi. Disitu saya ceritakan kalo pipis harus di kamar mandi. Saya jelaskan juga kalau pipis di celana nanti celananya basah, bau, nanti didatangi semut. Kalau celananya banyak semutnya nanti Aga bisa digigit semut. (yang ini jatuhnya jadi agak nakut2in juga sih)

Waktu Aga sekolah saya pakaikan pempes. Tapi pempesnya tidak basah artinya selama pukul 07-11 bahkan lebih, dia bisa menahan pipis. Sesampainya di rumah saya biasakan ganti baju, cuci tangan dan pipis di kamar mandi. Ritmenya selalu seperti itu. Jadi frekuensi ngompol di lantai rumah mulai berkurang. Hingga akhirnya Aga jatuh sakit. Campak. 10 hari tidak saya bolehkan keluar rumah. Tidak juga sekolah. Sembuh dari campak dia sempet ngompol di depan kulkas, saat ada tamu di rumah. Dengan nada agak tinggi saya bilang ke dia ga boleh pipis di lantai sembarangan. Dari situ dia mulai ngeeeeh. Dan aware. Dan sangat memperhatikan alarm tubuhnya saat ingin pipis. Dan saat itulah kami BERHASIIIIIIILLLL. Setelah melalui entah berapa purnama ya. Ehehehe. Akhirnyaaaa di berhasil di umur 3,5 tahun :)

Meski sudah bisa pipis di kamar mandi rupanya Aga belum nyaman pipis di sekolah. Jadi saya pakaikan training pant ke sekolah. Hal ini harus di sounding juga bahwa di sekolah ada kamar mandi. Yang membantu pipis miss dan ustadzahnya. Pernah sih ngompol di sekolah sekali, tapi ga sampe celana luarnya basah. Berkat training pant. hihihi.. Hingga sekarang Aga sudah mau beberapa kali pipis di sekolah dibantu gurunya.


Pelajaran Berharga

☺Sabar sabar dan sabarrr
Ini tidak perlu dijabarkan ya sepertinya. Mungkin mesti banyak-banyak dzikir dan minum air putih. Supaya meski stok tenaga habis, stok sabar masih ada.
Komunikasi
Jangan hanya fokus membersihkan pipis anak yang tercecer. Yang utama adalah souding pada anak. Katakan dia sudah besar dan hanya boleh pipis di kamar mandi. Sampaikan juga dampaknya jika pipis sembarangan.
☺Mulailah di saat yang tepat
Bukan di saat ingin atau iri pada anak lain yang sudah berhasil ya. Itu terbukti hanya melelahkan jiwa dan raga. Percayalah setiap anak itu unik. Umumnya anak dengan kemampuan verbal yang baik bisa sukses toilet training lebih cepat. Jika verbalnya lebih lambat dari yang lain, atau belum lulus toilet training dibandingkan anak lain, percayalah dia pasti punya kelebihan yang lain :)
☺Konsisten
Kalau bisa jangan libar libur kayak saya ya. Jadi sering ngulangnya. Kalau bisa sediakan waktu khusus yang sekiranya tidak akan kemana-mana untuk belajar pipis di kamar mandi.
☺Hargailah dan Apresiasi Tiap Kemajuannya
Prakteknya nggak mudah ya. Seeperti saya yang hanya fokus pada goal untuk pipis di kamar mandi saja. Padahal proses panjang yang melelahkan itu bukan tidak membuahkan hasil loh. Hasilnya  Ada. Diantaranya rentang waktu pipisnya yang semakin lama, artinya dia sudah bisa menahan pipis. Lalu setelah disapih bahkan sebelum disapih dia sudah tidak pipis saat tidur malam. Biasanya dia baru akan pipis saat sadar, saat baruu saja bangun tidur.
Pentingnya menghargai proses itu baru saya sadari ketika saya harus menguuulang lagi dari awal berkali-kali. Disitulah saya mencoba bersyukur di setiap kemajuannya. Di saat pipis sejam sekali saya bersyukur paling ngga udah ngga tiap 15menit sekali. Saat kecolongan Aga pipis di lantai saya masih bisa bersyukur setidaknya bukan waktu tidur. Ga perlu cuci atau ganti sprei. Yah begitulah. Harus pandai bersyukur dan mengapresiasi tiap kemajuannya.
☺Siapkan tools yang diperlukan
Training pant.
Celana untuk latihan pipis ini cukup membantu menurut saya. Di awal Aga belajar pipis. Dia selalu jongkok saat akan pipis atau pub. Training pant yang baik bisa menampung pipis tidak jatuh. Asal pipisnya ga banyaak sekali ya. Jadi lumayan lah saya nggak usah khawatir pipisnya beleber. Kalaupun sedikit beleber area ngepel saya nggak selebar kalau pipisnya beleber kan.

Sprei waterproof. 
Ini untuk yang suka ngompol saat malam hari. Sprei waterproof ini mencegah air masuk ke kasur. Jadi aman deh dari angkat dan jemur kasur yang buerat itu. Cukup cuci spreinya saja. Sebenarnya ga dilapis sprei kain juga ga panas sih. Cuma agak ga estetis saja menurut saya. Kalau nggak ingin beli sprei waterproof bisa juga pakai perlak yang cukup lebarrr sekasur. Tapi kelemahan perlak ini yaa kurang bisa nutup sampai ke celah-celah ya. Kalau sprei waterproof tetap bisa dipakai walau sudah berhasil toilet training. Katanya menghambat tungau kasur naik dan terserap ke pernapasan. Cocok buat yang alergian kayak saya.

Ember dan kain pel.
Saya siapkan ember khusus baju kotor yang kena pipis. Jadi kalau sudah kena pipis di basuh dulu dengan air mengalir sampai hilang pipisnya. Baru bisa dicuci bersamaan dengan baju Aga lainnya.


Begitulah kira-kira cerita panjang saya tentang melatih Aga pipis di kamar mandi. Percayalah kesabaran itu pasti membuahkan hasil. Tetap semangat selalu ya ibu-ibu, mama-mama, bunda-bunda, umi-umi seeemuanya :)


Selasa, 14 Juni 2016

AGA 3th BIRTHDAY



Yes bayi saya sudah 3 tahun sekarang. Kayaknya baru kemaren ya lahir. Eee..sudah 3 tahun aja. Actually 13 Februari kemarin. Hehehehe...ceritanya baru sekarang yaa. Maklum..sibuk. Sibuk masak, nyuci, nyetrika, nyuapin aga, de el el..de el el. Hehehehe


Di ulang tahun yang ke 3 ini saya, mmm...kami sih (saya dan suami) sepakat untuk merayakan ulang tahun aga. Ini karena di usia ini Aga sudah mulai seneng main bareng sama teman-teman. Yaa meskipun lebih sering rebutannya sih. Hehe.. Paling nggak dia udah hapal tuh nama temen-temen sekompleksnya. Meskipun nggak sama semua nya sih dia ramah dan mau main. Ya... paling nggak menurut kami di acara ulang tahun nanti, dia sudah bisa menikmati momen-momennya.
Meski namanya perayaan kami sepakat untuk membuat perayaan yang sederhana aja. Kalo ada yang ngrayain di hotel ataupun rumah makan, saya sih lebih prefer di rumah. Lebih hemat dan pastinya mudah dijangkau para undangan yang memang teman sekompleks. Cuma yaaaa...rumah saya nggak selebar hotel sih. Luasannya terbatassss banget. Berhubung yang diundang kecil-kecil jadi in sya Allah muat lah ya. Ahaha.
Di ulang tahun Aga ini memang harus diakui dengan jujur bahwa saya lah yang paling semangat. Dibanding si ayah bahkan mungkin Aga sendiri. Hahahaha. Gimana nggak semangat coba, saya niattt bikin semuanya sendiri. HUHA. Mm...nggak semuanya sih, tapi hampir 70% lah. Tas goodie bag contohnya. Tas goodie bag dari kertas samson itu sudah jadi semuaa di H-3bulannn bok. Hahaha. Entah berasa origami atau mirip-mirip bikin maket jaman kuliah dulu saya berhasil bikin lebih dari 40pc tas coklat tanpa rasa beban. Beda, bedaaa deh dengan rasanya menyetrika 40pc pakaian. :D
Tekat penuh membawa misi homemade ini sebenarnya bukan karena latar belakang saya jago masak loh. Bener-bener cuma modal niat baik memberikan yang terbaik buat tamu-tamu Aga nanti. ahaiii. Dann..jadilah saya hampir 5 bulan sebelumnya belajar dari youtube dan blogger emak-emak yang sudah lebih jago. Lalu diuji coba di dapur. Salah, ya ulang lagi, sampai nemu yang pas. Tekat homemade ini membawa saya mampu menyihir suami untuk membelikan piranti masak baru. OOOVEENNNN. Yeayyyy. Ini sumpah udah pengen dari lama akhirnya kebeli juga. Wkwkwkwk. 
Dann....ini dia hasil prakarya saya di ulang tahun Aga
Ada lagi yang nggak sempet difoto. Cheese stick. Cheese stik ini dibuat dengan sangat homemade loh alias manual. Karena nggak punya si gilingan mi itu jadinya saya giling biasa trus diiris tipis-tipis. Jadi maap ya klo ada yang kurang tipis. Setipis-tipisnya manual tetep aja lebih tipis pake mesin ya. 
Selain yang bikin sendiri ada juga kok yang nggak bikin sendiri. Yaitu
Topi thomas. Topi thomas ini masih utuh. Hix. Saya lupa ngluarinnya pas acara. Akibat udah riweuh sama yang lain. Silahkan yang maw pake ganti ongkir aja sis. Hahahah. Ini saya beli di toko alat tulis deket rumah. 
Aga sakit
Birthday Cake Alakadarnya
Suami udah bolak-balik nanya. Yakin? Ya saya agaknya hampir ga punya pilihan lain. Jadinya bismillah lah. Dan benarlah. Adonan cakenya agak bantet. Padahal telurnya udah 12 loh. Hixxx.. efek ngaduknya nih. wadahnya kurang besar. Dan waktu menghiasnya mepeett banget. Saya cuma bisa menghias 30menit sebelum selanjutnya mandi dan buka acara. Huh. Melelahkan sekali. Dann ini dia hasilnya. Plis ndak usah dikomen cakenya ya :(
Asisten terbaik
Dekorasi
3. Sebisa mungkin ada yang ngehandle acara sendiri. Kalo bisa jangan kamu atau suami mc nya. Biar bude ato tante nya aja. Serahkan juga soal kuis-kuisan dan hadiahnya ke mc. karena kalo kamu-kamu juga yang ngerjain, dijamin bakalan kelewat. Kayak saya.




Selain tas goodie bag, saya bikin desain label dan isi goodie bag nya sendiri. Ya semua kuenya homemade dong (emak-emak idealis). Ini karena setiap kali Aga pulang dari acara ulang tahun yang makan kue-kue di dalam goodie bag ya saya dan ayahnya. Aga sampai saat ini belum saya bolehin permen dan chiki, apalagi jelly pabrikan. Permen karena takut gula dan giginya rusak. Coklat skrg saya larang juga karena ada indikasi alergi. Chiki sempet makan karena kita orang tua nya ketauan makan. Jelly ini lebih karena dulu orangtua saya bilang waktu kecil kakak saya kebanyakan makan jelly trus typus. Entah bener apa nggak ya. Tapi sebagus-bagusnya pabrikan tetep lebih terjaga yang homemade. In sya Allah :)



Tas goodie bag thomas. Labelnya ngeprint sendiri. Alasnya supaya kaku, kasih karton bekas dus susu atau minuman



Desain label botol minum Aga



makaroni schotel (resep anti gagal yang yummy)

puding susu 


cupcake buttercream. Awalnya maw pake fondant juga yang cantik-cantik. Apa daya ga keburu. Ini yang ngasih buttercream akhirnya juga utinya Aga

"Kue tiga" Aga menyebutnya. Aslinya cuma kue kering difinish adonan gula dan putih telur yang diberi pewarna. Simpel tapi manis kan.



Undangan. Sengaja nggak bikin sendiri karena menurut saya beli jauh lebih hemat dan berwarna ketimbang mendesain sendiri lalu menghabiskan berliter-liter tinta warna ayah. Saya beli aja di toko pernak pernik ulang tahun di pasar. Murah meriah. 15000 isi 30pc


Di tengah hebohny persiapan ulang tahun Aga, tepatnya H-7 Aga sakit. Panass. Dan saat itu lagi mewabah virus flu singapur di komplek. Saking parnonya Aga saya kurung di dalam rumah. Untungnya setelah periksa ke dokter ditunggu sampai 3hari kemudian ternyata tidak ada tanda-tanda flu singapur, maka legalah saya. Kemungkinan besar dia lagi melawan virus flu yang ditularkan ayahnya. Fyuuh. Lega. Cuma gara-gara ini juga proses mencicil persiapan ulang tahun Aga agak terganggu.

Ah kalo inget ini rasanya nyesek gitu. Rencananya mau pesen aja. Berhubung cake ulang tahun yang halal agak susah nyarinya. Jadi begitu ketemu yang in sya Allah bisa bikin sesuai kemauan saya alhamdulillah banget. Tapi begitu h-30 saya pesen lha kok full. Ahhh..gemess deh. Tau gitu saya pesen 3-5bulan sebelumnya ya. Fyuhh. Dan setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya saya putuskan bikin sendiri.




Catatan penting bahwa homemade itu sangatt melelahkan. Kalo bikinnya untuk satu sampai tiga orang sih nggak masalah. Tapi kalau bikinnya banyak dan macem-macem, itu sugguh melelahkan jiwa dan raga. Meski sudah saya cicil untuk bikin cheese stick dan cookiesnya di H-4 tetep aja banyakk yang keteter. Salah duanya ya cake dan cupcake itu. Untungnya sih ada 2 asisten terbaik yang membantu saya di H-1. Hihi. Ada uti dan budenya Aga. Uti bantuin packing makanan ke dalam kemasannya. Sister(bude nya Aga) bantuin bikin schotel dan mandiin Aga. Ah tanpa kalian mungkin acaranya batal yah. Hahahaha. Love you both uti dan bude ika :*

Awalnya saya mau bikin kereta thomas yang gedeee gitu dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas. Niatnya mengaplikasikan dan mengenalkan 3R (Reduce reuse dan recycle) ke anak-anak. Tapiii gatot bok. Waktu yang ternyata panjang itu masih ga cukup. Tangan yang cuma dua ini jelas ga mampu. Dannn ditambah suami yang melemahkan semangat. Udahh...ga usah ribet-ribet. Jeeengg...ide itu pun tenggelammm. Akhirnya saya serahkan aja bagian dekorasi ke ayah Aga. Mulai dari mompa, masang balon, ngeprint tulisan ulang tahun karya Ayah semua :)




Acara
Awalnya saya membayangkan acara ulangtahun yang bakalan thomas banget. Saya nyetel lagu-lagu thomas. Trus ada mini thomas atau kereta-keretaan thomas yang saya buat dari kardus bekas. Tapi apalah daya nyatanya cuma tamu datang, tiup lilin, makan kue, bagi goodie bag, acara selesai. Nggak ada musik thomas. Karena tv nya udah diangkut di dalam kamar. Nggak ada pula speaker sekedar speaker laptop. Ah apalagi thomas mini. Jauh hari suami udah no no. Ribet katanya. Dan sungguh acaranya singkat. sungguh terlalu singkat. dan oh my gayring lah bagi saya. Bahkan saya lupa bahwa misi saya mengumpulkan temen2 aga saat itu adalah buat ambil foto bareng si krucil CSJ ini yang bakal jadi kenang2an kalo suatu saat nanti kami pindah. Ah apalah daya lagi ya...kameranya kamera HP. Anak-anak banyak gerak dan fotonya blurrrrr semuanya. Hahaha. Kalo saya jadi even planner saya akan menilai planing saya 8, tapi eksekusinya 4. Merah. Iya merah nilainya. Cuma setelah acara saya ga sempet menilai sih ya. Udah pengenn molooor aja. Cuapekk. Nganntukk. Hahaha. 

Finally
Semua detil yang agak miss, acara yang alakadarnya, dan nilai dari saya sendiri yang merah, kayaknya nggak ada artinya sih buat Aga. He was happyy. Bangett. Bisa terlihat sih dari cerianya dia. Meski rungseng gara-gara gabobo siang, tapi dia bisa menikmati banget momen-momen temennya dateng dan kasih ucapan selama. Alhamdulillah. Meski acaranya ga sehebat dan seperfect bayangan saya, tapi yang penting Aga happy. Toh itu juga goalnya ya. Teman-teman in sya Allah happy juga ya. Semoga. Tinggal ibunya yang harus ikhlas dan happy juga. Hehehehe... Bisa diperbaiki lah nanti nilainy pas bikin ulangtahunnya adikny Aga. Wkwkwkw. Punya adek aja belom :D
Lesson
Perhatikan ya moms
1. Kalau mau homemade pastikan kamu punya asisten. Minimal untuk ngejagain anak. Jangan andalkan suami kalau dia juga masih kebebanan bantuin kamu buat ngedekor, beliin ini, beliin itu, karena nantinya anak yang keteteran dan proses nya akan jadi melelahkan
2. Ukur kapasitasmu. Sebisa mungkin nyicil kerjaan. Kalo ada yang nggak bisa dikerjakan sendiri ya pesen aja.
4. Foto. Seeebisa mungkin ada orang lain yang bertugas memfoto. Kalo bisa sih kamera profesional ya. Kalo ga bisa ya udah di akhir acara minta mereka untuk (sengaja) berpose. Paling nggak meminta mereka diam 2-3 detik supaya fotonya ga ngeblur. 



Kamis, 21 April 2016

CAS CIS CUS AGA



Umurnya sekarang sudah 3 tahun. Kosakata yang dimilikinya sudah banyak. Baik bahasa indonesia maupun inggris. Setiap ada tamu dia juga sangat excited menceritakan apapun yang dimilikinya. Senang? tentu. Karna menurut saya Aga ini termasuk anak yang woles perkembangan bicaranya.

Dulu sempet takut deg2an. Teman sebayanya, anak tetangga saya bahkan sudah mampu bercerita saat Aga masih belajar bicara. Anak tetangga saya itu kebetulan berjenis kelamin perempuan sih. Kata orang jenis kelamin ini berpengaruh. Kalo perempuan cenderung lebih cepat ngomong dan cerewet. Kalo anak laki-laki cenderung lebih cepat jalan daripada bicara. Bener nggak nya sih sebenrenya relatif ya. Keponakan saya laki-laki. Perkembangan bicara baik-baik saja. Cukup cerewet lah di usianya. Tapi rata-rata anak teman saya yang laki-laki juga agak terlambat bicara. Bahkan ada yang lebih parah dari Aga. Saking cemasnya, teman saya itu sampai memeriksakan anaknya ke dokter tumbuh kembang loh. Alhamdulillah tidak ada kelainan ataupun kecurigaan mengarah ke autis sih. Hanya perlu stimulus lebih saja.

Semua memang kuncinya stimulus. Yaya. Dan saya sempet merasa agak bersalah disini. Kadang saya lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, saya jadi jarang ngajak Aga ngobrol. Bahkan saat saya ganti popoknya pun tangan saya saja yang bekerja dengan cepat tapi mulut saya diam. Padahal teorinya sekecil apapun kegiatan kita harusnya diceritakan. Jadi pelan-pelan dia akan mengerti.

Selain stimulus kesalahan saya yang kedua adalah tontonan. FYI Aga sudah terpapar tontonan sejak mmm..kurang dari 2 tahun. Kadang sehari bisa lebih dari 2jam. Kadang saya temani kadang juga saya sambi. Tontonannya bukan TV sih, Tayangan lagu anak-anak, surat-surat pendek, cerita kartun anak-anak, yang semua saya download dari youtube. Saya lihat dan sortir dulu baru saya berikan ke Aga. Secara materi sebenernya sih aman, tapiii yang namanya tontonan tetaplah tontonan. Tontonan itu membuatnya fokus di layar dan pasif. Apalagi tipe Aga yang anteng, diberi tontonan makin anteng lah dia. Stimulus bicaranya hanya dari layar pasif. Warna-warni yang bergerak dengan cepat itu juga ga baik untuk retina,dan perkembangan verbalnya.

Yes itu dia dua kesalahan saya. Maapin ibu ya nak. I'm not the perfect mom for U. Hix hix. Tapiiii Ibu terus belajar dan nggak ingin membuat kesalahan itu makin parah. Ibu segera sadar sih dan mengurangi waktu tontonanmu. Pelan-pelan sih karena ibu juga butuh waktu. Yahh you know lah..bagi Ibu tanpa asisten seperti saya, yang merantau dan jauh dari orangtua, sometime tontonan itu bisa menyelamatkan keriwehan kita. yaa...asal ga keterusan ya.

Umur 2 tahun saya mulai worry. Mulai tanya kanan kiri, browsing sana sini. Dan hasilny sih memang normal hanya saja agak terlambat sedikit. Tapi seiring bertambahnya usia Aga terbilang bisa menyusul keterlambatannya. Yeayyy..anak pintarrr (dipuji dhewe..hehehehe)

Salah satu referensi perkembangan kemampuan bahasa anak 0-5 tahun bisa dibaca juga disini
Saya juga mau review perkembangan kemampuan bahasa Aga memakai referensi itu. Sambil buka dokumentasi video dan mengingat2 ya, hehehe

Usia 0-6 bulan


  1. Aga jaaaraaang sekali bersuara, meski hanya bubling atau cooing (suara yang tidak beraturan)
  2. Aga noleh sih kalo dikasih bunyi2an. (jadi kekhawatiran ada gangguan telinga diabaikan)
  3. Sudah ada kontak mata untuk mengikuti gerakan benda (ini sih dari sebulanan ya)
Usia 6-12 bulan

  1. Sudah mulai Babbling. Tapi harus dipancing. Biasanya pas lapar atau ditinggal sendirian dia baru cerewet. Hahaha...kalo terpaksa aja baru minta pertolongan 
  2. mulai paham dan semangattt banget kalo maem. Saya inget untuk memancing dia merangkak mesti pakai nenen atau makanan. Ketertarikannya sama mainan saat itu masih dikit banget. Kegiatan yang dia pahami sehari-hari y makan, tidur, asi dan layar sepertinya :(
  3. saya lupa dia membeo beberapa kata ga ya. Soalnya kadang saya suka meremehkan kalo dia bubbling sesuatu. Ah masa iya sih dia ngomong itu. Paling cm ngoceh2 ga jelas.

Usia 12 bulan
  1. Dari sebelum setahun sepertinya udah noleh kalo dipanggil namanya. Kata-kata yang bisa dia ucapin pertama kali ya namanya sendri. Hahahaha...narsis ya
  2. Nahh...berhubung saya ga pernah ngajarin kiss bye di jaman dia kecil jadi dia g ngerti apa itu kiss bye. (karena menurut saya agak kecewek2an ya). Dadah juga ga saya biasain takut malah nangis ditinggal ayahnya kerja. Tapi akhirnya saya ajarin juga sih...hehehe..karena ternyata itu sebuah pencapaian tumbuh kembang.
  3. Kata pertama belum sampe 5-6 kata.Dikitt bangett. Klo g salah masih bubling gagagaagga...mamamama....dannnmenyebut namanya sendiri aga :D

Usia 18 bulan
  1. Pemahamannya terhadap kata-kata masih kurang dari 10-20. Cuma samar saya pernah denger dia manggil salah satu anak tetangga yang sering main. ca ca caca...eca maksudnya :D
  2. mulai menggunakan bahasa non-verbal seperti menunjuk (tapi jarang sih). Seringnya minta gendong dan mengarahkan saya...ke tempat makanan biasanya, saat dia lapar.
  3. sudah mulai bersenandung dan bernyanyi. Waktu bangun tidur pernah dia bergumam2 ga jelas. trnyata setelah didengerin bener2 dia lagi adzan. MasyaAllah ya. Kebetulan rumah kami waktu itu deket bgt sama mushola. Adzannya kedengeran kenceng bgt. Dan memang sampe sekarang aga hobi banget nonton adzan di tivi :) Kadang juga dia samar2 nyanyi loh. Tapi samar banget. Hahaha
  4. Cuma di umur ini Aga belum bisa nyebutin obyek dari foto atau gambar. Bisanya baru nunjuk aj. Belum bisa juga buat kalimat dgn dua kata. Tapi next dia menyusul ketertinggalan kok :)

Usia 24 bulan
  1. Sudah memahami pertanyaan dan perintah sederhana. Seperti ambil, tiup dan sebagainya. Biasanya dgn dicontohin dlu sih.
  2. mulai memahami makna kata jangan meski belum bisa ngomongnya. Tapi biasanya klo dibilang jangan dia malah terus melakukan apa yang dilarang. Jadi kadang saya ubah kalimat jangan saya dengan kalimat yang lebih positif. Misal jangan lari saya ganti dengan jalan pelan-pelan. Dan...efektif sih
  3. Entah sudah 50 kata atau belum ya. Klo memahami mungkin ya, tapi yang jelas belum sampe mengucapkan 50 kata
  4. Mampu bertahan mengikuti aktivitas selama 6-7 menit. Ini sih Aga banget. Apalagi kalo sama puzle dan balok atau lego :)

Usia 30 bulan
  1. Disini Aga baru bisa mengucapkan kalimat sederhana dengan dua kata. Misal Aga makan. Ibu pipis, dsb. 
  2. Mampu menyebutkan nama depannya sendiri. Sudah dari 12 bulan sih ya
  3. Bisa menggabungkan antara kata kerja dan kata benda. Ya seperti aga makan itu ya
  4. Mampu menyebut 7 anggota tubuh. Bisa menunjukkannnya juga. Sudah mulai dari 2 tahun klo g salah :)
  5. Mulai bisa membedakan barang berdasarkan bagian atau fungsinya seperti 'mana yang punya roda' atau 'yang mana yang bisa dipakai untuk makan'. Ini sih passti. Kan favoritnya kendaraan. Sudah pasti bisa membedakan antara kereta dan sendok untuk makan :)
  6. Bisa memahami konsep besar dan kecil. Ini saya suka mencontohkannya dengan bagian tubuh aga, saya, dan ayahnya. Tangan misalnya. Dimana punya aga paling kecil, kemudian punya ibu lebih besar, dan tangan ayah paling besarr :)

Usia 3 tahun
  1. Paling sedikit mampu menyebutkan 1 warna. Tapi Aga mah semua warna udah loloss dari umur 2tahun. Dan baru fasih ngucapinny di 2,5tahun. Sebelum 3 tahun sudah lulus versi english&indonesia nya. Sudah bisa membaca 1-30 bahasa indonesia maupun inggris, dan berhitung sederhana semenjak 2,5tahun sih :)
  2. Sering berbicara waktu bermain atau saat sedang sendiri. Iya nih. agak curiga waktu dia suka ngomong sndiri waktu main. ternyata normal ya
  3. Bisa menceritakan sebuah cerita sederhana. Yup. Paling antusias banget kalo ayahnya pulang. Dia ceritakan semua mainan2nya. Begitu juga saat telpon uti mbahtinya. Dan saat ketemu orang yang menarik hatinya. seperti oma dan opa tetangga sebelah rumah :D
  4. Bisa menggunakan 3-4 kalimat. Ya bisa. Tapi untuk kalimat yang sederhana ya. Misal ayah kerja. cari uang. buat aga. semoga ayah sehat selalu :)
  5. Memahami kalimat seperti 'Coba tunjuk yang mana bintang'. Iya paham. Dari 2 tahun kalo ga salah.
  6. Memahami 900-1.500 kosa kata. Nggak ngitung sih ya. Tapi yang jelas berkembang pesat bgt sejak 2tahun :) kayaknya lidahnya yang kelu dahulu mulai lemes setelah tahun keduanya :D
  7. Menggunakan kata tanya seperti mengapa dan apa. Nah ini nih lagi sering bgt. Klo ada yang ga jelas di tv atau dimanapun dia lihat, dia langsung nanya. Apa tuh, Apa ini. Hihihi :

Alhamdulillah sampai sekarang perkembangan bahasanya makin baik. Baik dari segi daya ingat maupun verbalnya. Sudah bisa menyanyi lagu anak sampe jingle iklan. Sudah bisa hapal beberapa surat pendek. alhamdulillah :) Meski sedikit terlambat di awalnya tapi toh bisa menyusul ketertinggalan. Jadi jangan kecil hati ya mom klo si kecil belum bisa bicara. Tetap optimis, koreksi pola asuh, jangan pernah lelah beri stimulus yang tepat. In sya Allah pasti bisa ngomong kok :) Ada yang bilang juga anak yang terlambat bicara itu dominan sekali otak kanannya. So dont worry mom, tetep berbangga hati ya...anak kita cerdas kok :)

Rabu, 07 Oktober 2015

Sukses Menyapih Aga


(sumber:katalogibu.com)

Rasanya baru kemarin ya saya belajar menyusui dan Aga belajar menyusu. Setelah 2 tahun dia tercukupi ASI langsung dari payudara saya, maka tibalah saat untuk menyapih. Menurut Agama islam seorang anak berhak mendapat ASI hingga 2,5tahun. Setelah itu hendaklah disapih. Kalau dari segi kedokteran sebaiknya ASI sampai 2 tahun atau lebih. Lebih nya ini tidak dijelaskan seberapa lama. Tapi saya anggap setengah tahun itu adalah masa-masa tepat untuk menyapih.

Sebelum umur 2Tahun saya sudah sounding untuk Aga minum susu di gelas atau lewat sedotan. Karena katanya membisikkan kata-kata positif di saat-saat itu adalah saat yangterbaik. Kata-kata itu bisa masuk ke alam bawah sadarnya. Tapi ingat ya, harus dengan kata-kata positif, Tidak menggunakan kata "tidak" ataupun "jangan" karena dampaknya bisa justru sebaliknya. Soundingan yang saya berikan kurang lebih begini "Aga sudah besar, Aga sudah puas minum susu dari ibu. Jadi aga minum susu di gelas atau di sedotan ya". (saya tidak memperkenalkan kosakata nenen ke anak saya karena buat saya agak kurang enak didengar. Buat saya cukup mimik atau minum asi). Mmm..tapi saya merasa kurang konsisten memberikan soundingan ini. Ntahlah mungkin saya harus belajar lagi ilmu setengah hipnotis ini.

Setelah menimba ilmu menyapih dari browsing sana-sini dan tanya-tanyi :D..Dari situ saya petakan jadi 3aliran menyapi yaitu:

1. WWL (weaning with love) atau bahasa indonesia nya menyapih dengan cinta. Aliran ini mengharamkan oles-mengoles pada puting yang membuat anak trauma. Katanya ini bisa memutuskan ikatan batin antara ibu dan anak. Dan tidak baik untuk perkembangan anak. Menyapih dengan cinta juga tidak memiliki batasan umur untuk menyusui. Pokoknya kalo minta harus dikasih. Ga boleh sampe nangis2 pokoknya harus dikasih. Mau sampai SD pun kalo anak minta ya kasih saja. Biarkan dia mengerti sendiri dan akhirnya berhenti sendiri atas kemauannya. Hmm...well setelah baca-baca lagi rasanya saya nggak siap untuk memakai teknik WWL. Saya nggak siap kalo tiba-tiba sudah SD dia tetep minta ASI. Atau saat dia punya adek dia jadi rebutan ASI sama adeknya. Alamak makin mirip sapi saja saya. Baiklah..mari cari cara lain untuk menyapihnya

2.  Aliran kreatifitas. Hahaha...entahlah kenapa saya katakan begitu. Tapi nyatanya banyak sekali kreatifitas dari ibu-ibu ini untuk membuat anaknya berhenti menyusui. Ada yang mencoret2 payudaranya dengan lipstik merah dan membohongi anaknya kalo nenennya sakit berdarah. Ada juga yang mengolesinya dengan selai merah, saus, dsb. Aliran oles mengoles lah ya.

3. Aliran "say good bye". Jadi si anak dan si ibu dipisahkan dalam waktu beberapa hari atau bahkan sampai seminggu. Ini supaya si anak lupa dan akhirnya nggak minta asi lagi. Ada yang berhasil ada yang tidak. Tapi untuk saya agaknya kurang cocok ya. Kalo saya dipisahkan dari Aga trus Aga sm siapa?eyangnya?ya nggak lah ya wong eyangnya jauh semua. Atau sama suami aja?trus saya nginep di hotel seminggu?ahahahah...sudah-sudah intinya aliran say good bye ini nggak bisa saya terapkan

Satu hal lagi yang ga kalah pentingnya dgn macam2 metode penyapihan ialah waktu yang tepat. Kapan waktu yang tepat ya saat si anak dan orangtua siap. Siap bisa diartikan banyak hal ya. Kalo menurut saya siap disapih adalah:
1. Usia anak sudah 2tahun
2. Bisa makan dan minum dengan baik. Baik makanan padat atau pun susu pengganti. (meski katanya sekarang gpp meski nggak minum susu karena patokannya adalah gizi seimbang bukan 4sehat 5sempurna. Saya tetap menganggap susu itu penting)
3. Anak dalam keadaan sehat.
4. Kondisi teknis lingkungan memungkinkan. {Ini kasuistik sekali ya. Klo saya waktu itu meski Aga sudah 2T tidak langung saya sapih karena kondisi lagi repot. Renovasi rumah sedang berlangsung, masih sibuk ngopeni tukang, menjelang pindahan rumah, dan si Ayah pergi keluar negri. )

Akhirnya saya menyapih Aga di usia kurang lebih 2Tahun 2bulan. Saat sudah pindah rumah, saat si Ayah sudah kembali dari luar negri. Saya lakukan pertama kali di hari minggu. Saat ayah libur. Dan saya pakai metode kdua yaitu oles mengoles. Sebenernya ide ini muncul begitu saja sewaktu menyapih. Idenya dari suami. Diberi parutan kunir. Kenapa kunir saya juga ga ngerti. Saya nurut aj sih. Ya itung2 jamu.

Awalnya pas akan bobo siang dia nangis-nangis minta asi. Sewaktu saya kasih dia jadi nggak mau sendiri karena ada parutan kunir itu. Dan akhirnya dia jadi gbsa bobo siang. Terpaksa kami ajak Aga puter2 naik motor biar bobo. hahahaha...berhasil lah. Ada satu jam dia bobo. Malamnya saya lakukan oles kunir lagi. Awalnya saya pikir akan lebih susah dari siang harinya ternyata nggak juga. Karena hari itu ada banyak acara di rumah jadi Aga berangkat tidur cukup malam. Pas dia sudah sangat ngantuk jadi cepet bobonya. Syukurlah tanpa muter-muter.

Besoknya saya lakukan lagi..tapi ada beberapa kali gagal karena parutan kunir yang saya kasih terlalu cair. Ga mempan. Hahahah..dia tetep minum asi saya...Ya sudah lah gpp bertahap. Karena payudara juga sempet sakit juga. Dan di hari ketiga oles mengoles pun saya lelah. Akhirnya saya putuskan ga mengoles-oles tapi menutup rapat kancing baju saya. Pokoknya ga akan saya buka. Dan ini justru ampuh. Saya menidurkan Aga dengan menepuk2 pantatnya. Kadang usek2. Adakalanya malah pas saya tinggal ke kamar mandi sebentar dia udah tertidur sendiri di kasur. Hihihi lucu. Tepatnya hari keempat dia sudah ga minta-minta lagi. Nangis-nangis hebohnya malah cuma 2 hari. Alhamdulillah dimudahkan. Ternyata ga sesulit bayangan saya.

Seneng tapi juga sempet agak sedih. Seneng karena Aga dan saya, kami,berhasil melalui tahap ini. Sedih karena...Ah cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru kemarin kami belajar. Saya belajar menyusui dan Aga belajar menyusu. Sekarang sudah berakhir. Sempat juga saya sempat menjaga jarak dengan Aga ketika tidur. Saya takut pergerakan saya mengganggu tidurnya. Karena kalo dia terbangun bakalan susah lagi  mboboinnya. Waktu itu saya mellow..pengen banget bobo sambil nyusuin dan peluk Aga lagi. Huhuuhu...Tapi sekarang sudah bisa kok. Klo bobo selalu minta diusek2 atau dipeluk. Kalo ditawarin mimik asi udah bilang nggak mau. Hihihi...sempet juga sih masih bilang mau, atau pegang2 gitu, tapi trus saya bilang nggak boleh karena udah besar. hihihih

Baiklah sekian cerita tentang menyapih Aga. Semoga sukses juga ya moms menyapihnya apapun metodenya. Ohya meski gapake metode WWL I'll still loving him kok...hehehe...  

Rabu, 08 Juli 2015

DUA!




Yup Aga sudah menginjak umur 2tahun. Tepatny di tanggal 13 Februari kemaren. (Telat banget ya blognya. Hehehe). Di ulang tahunnya yang kedua ini saya nggak mau ribet karena udah cukup repot ngurusin tukang yang lagi ngrenov rumah. Jadi ga ada acara pesta ulang tahun besar ataupun bagi-bagi kue ke komplek.

Saya dan suami merayakan ulang tahun diaAga sederhana saja. Karena itu hari kamis saya dan suami memilih untuk bertemu di satu tempat makan sepulang jam kerja. Saya dan Aga naik taksi dari rumah, sampai di sebuah mall, beli kue tart lalu duduk manis di sebuah tempat makan sambil menunggu ayah Aga datang. Tidak lama menunggu ayah Aga datang dan membawa lilin angka 2.

Prosesi tiup lilin pun dimulai. Sambil agak ngantuk-ngantuk karena baru bangun tidur Aga ngliatin kue dan lilin itu. Aga agak bingung karena sebelumnya dia belum pernah tiup lilin. Setelah nyanyi Happy Birthday lilin pun ditiup. Ditiup oleh saya dan ayahnya. Haha. Aga cuma tolah toleh aja. sambil tetep ngliatin lilin angka 2 itu. Tapi dia suka dengan proses meniup lilinnya. Dia senyum girang waktu ayahnya pura2 salah niup matanya. Hehe

Setelah tiup lilin selesai ada kejutan lagi dari pelayan tempat makan itu. Beberapa orang pelayan datang membawa sepiring pangsit goreng dan lilin sambil nyanyi selamat ulang tahun. Aga masih ploga-plongo sih. Niup lilinnya dibantu juga sama pelayan tempat makan itu. Hehe...

Semua momen di ulang tahun itu saya rekam di video. Dan aga seneeeng banget muter video itu berulang ulang. Sekarang kalo ada lilin (atau yang menyerupai lilin) dan kue ulang tahun di TV ataupun di ulang tahun temennya dia semangat banget nyanyi dan tiup-tiup. Hihihi. Sampe di ulang tahun saya kemarin Aga loh yang bantuin saya niup lilinnya. Haha.. Setiap mau makan kue juga pake acara tiup lilin dulu. Lebih dari 2x. Sampe lilinnya udah ga berbentuk angka lagi. Hahaha. Kids is always be kids.

Alhamdulillah sudah 2tahun usiamu ya Nak. Semoga Allah selalu melindungimu, memberikan kesehatan untukmu. Semoga Allah selalu membimbing ibu dalam membesarkanmu. Jadi anak sholeh ya nak :)

Dan tibalah saat untuk menyapih. Ceritanya setelah ini ya mom :)